Editorial Policies

Focus and Scope

Hasil penelitian dan artikel pada jurnal ini fokus pada kajian:

1. Strategic Communication

Public Relations, Marketing Communication, Advertising

2. Media Studies

Mass Communication, Journalism, Cultural Studies, Media and Gender, Political Economy of the Media

 

 

Section Policies

Articles

Checked Open Submissions Checked Indexed Checked Peer Reviewed
 

Peer Review Process

Jurnal Komunikasi dan Kajian Media menerapkan double blind reviewer. Setiap naskah yang diterima oleh redaksi JKKM, akan dilakukan proses review oleh paling tidak dua reviewer (salah satu reviewer adalah redaktur JKKM). Proses review yang diterapkan terdiri dari beberapa langkah, yaitu:

-Editor menentukan naskah yang dapat dilanjutkan ke proses review dengan mempertimbangkan topik tulisan.

-Editor menentukan reviewer yang akan menelaah naskah dengan mempertimbangkan topik tulisan dengan bidang kepakaran reviwer. Proses ini berlangsung maksimal 1 minggu setelah naskah diterima oleh redaksi JKKM.

-Reviewer melakukan telaah naskah dan menentukan apakah naskah: (1) diterima tanpa perbaikan (2) diterima dengan perbaikan (3) ditolak. Proses telaah oleh reviewer berlangsung maksimal 2 minggu. Jika setelah 3 minggu penulis belum mendapatkan pemberitahuan, penulis berhak menghubungi editor untuk memastikan status naskah.

-Naskah yang "diterima dengan perbaikan", memungkinkan komunikasi yang lebih lanjut antara penulis dengan reviewer. Penulis akan diminta untuk melakukan beberapa perbaikan sesuai dengan saran reviewer.

Reviewer dari jurnal JKKM ini adalah akademisi dengan jenjang pendidikan minimal S2 atau magister kepakaran ilmu komunikasi, khususnya komunikasi strategis dan kajian media. Reviewer yang dipilih juga merupakan akademisi yang memiliki rekam jejak sebagai penulis jurnal, tulisan ilmiah, dan buku di bidang komunikasi.

Frekuensi publikasi: JKKM terbit secara berkali dua kali dalam satu tahun, bulan Oktober dan April.

 

Publication Frequency

Jurnal Komunikasi dan Kajian Media (JKKM) terbit berkala 2 kali dalam setahun, yaitu pada Bulan April dan Oktober.

 

Open Access Policy

Jurnal Komunikasi dan Kajian Media (JKKM) mendukung sistem akses terbuka untuk mendorong pertukaran pengetahuan secara global. Dengan sistem terbuka, naskah yang diterbitkan oleh JKKM bisa diakses secara penuh dan gratis (free) oleh publik. Sistem ini menguntungkan baik bagi publik maupun penulis. Bagi publik dan komunitas ilmiah, sistem terbuka memungkinkan terjadinya pertukaran gagasan dan penyebaran pengetahuan secara luas. Sementara bagi penulis, sistem akses terbuka ini bisa meningkatkan sitasi atau pengutipan sebuah tulisan, sehingga tulisan bisa lebih berdampak luas kepada masyarakat dan komunitas ilmiah.

 

Publication Ethics

ETIKA PENULIS 

  1. Pelaporan. Penulis harus menyajikan hasil penelitian dan penulisan secara jujur dan jelas, tanpa adanya manipulasi data. Naskah harus memasukkan sumber kutipan secara jelas dengan cara penulisan mengikuti panduan penulisan jurnal ini.
  2. Orisinalitas dan plagiarisme. Penulis harus memastikan bahwa nasakah yang dikirimkan ke redaksi adalah naskah asli,  bersumber dari ide dan tulisan sendiri, dan bukan menjiplak sebagian atau seluruhnya dari tulisan lain. Publikasi lain yang relevan dan dijadikan rujukan, baik tulisan orang lain atau penulis sendiri, harus dikutip dalam tulisan.  
  3. Pengulangan pengiriman. Penulis harus menjamin bahwa naskah yang dikirimkan ke redaksi JKKM adalah naskah yang belum pernah dipublikasikan di jurnal atau publikasi lain (bab dalam buku, artkel di suratkabar dan sebagainya). Jika naskah yang dikirimkan ke JKKM sebelumnya pernah dikirim ke jurnal lain tapi belum dipublikasikan, penulis harus menyertakan surat keterangan pencabutan naskah dari jurnal sebelumnya.
  4. Pengutipan sumber. Penulis harus memastikan bahwa semua data yang dipakai, kutipan yang diacu dalam naskah telah diperiksa dan dicantumkan secara jelas sumber kutipannya. Jika data atau sumber yang dipakai memerlukan ijin dari lembaga atau penulis aslinya, penulis harus mengurus terlebih dahulu sebelum dikirimkan ke redaksi JKKM.
  5. Kesalahan penulisan. Jika penulis menemukan adanya kesalahan penulisan, seperti kekeliruan mengutip sumber, kesalahan dalam menyajikan data dan sebagainya, penulis harus sesegera mungkin menghubungi redaksi JKKM sebelum tulisan dipublikasikan. Kesalahan yang ditemukan setelah naskah dipublikasikan, menjadi tanggungjawab penulis sepenuhnya.
  6. Konflik kepentingan. Penulis mungkin saja mempunyai konflik kepentingan berupa pendanaan, pekerjaan, afiliasi politik atau konflik kepentingan lain terkait penelitian yang dilakukan. Misanya, peneliti mengkaji perusahaan tempat penulis bekerja, atau meneliti sebuah perusahaan yang kebetulan menjadi sponsor utama penelitian. Penulis harus mencantumkan kemungkinan terjadinya konflik kepentingan tersebut secara jujur yang sedikit banyak mempengaruhi hasil penelitian.

ETIKA EDITOR (PENYUNTING) 

  1. Objektivitas. Editor memastikan bahwa proses penyuntingan naskah dilakukan murni dengan pertimbangan ilmiah dan akademik.
  2. Transparansi. Proses penyuntingan naskah dilakukan secara transparan. Keputusan redaksi untuk menerima, menolak atau mengembalikan naskah untuk diperbaiki oleh penulism dilakukan dengan alasan yang jelas. Editor harus menjamin bahwa penulis mendapatkan haknya untuk diberikan informasi secara terbuka mengenai status naskah tulisannya, proses dan alasan sebuah tulisan diterima, ditolak atau diperbaiki.
  3. Informasi publikasi dan proses review. Editor harus memastikan adanya panduan panulisan bagi penulis yang bisa diakses secara mudah baik cetak ataupun elektronik. Editor juga menyediakan panduan proses telaah naskah bagi reviewer.
  4. Persaingan sehat (fair play). Editor memastikan bahwa keputusan dalam menyunting suatu naskah termasuk memutuskan  menerima atau menolak naskah, didasarkan pada murni pertimbangan ilmiah, tanpa membedakan jenis kelamin, latar belakang agama, suku, afiliasi politik dan sebagainya. Jika naskah harus dipilih (diseleksi) karena pertimbangan alokasi halaman jurnal yang terbatas,  pilihan naskah didasarkan pada pertimbangan yang objektif terkait mutu tulisan.
  5. Naskah yang tidak diterbitkan. Editor harus memberi tahu penulis jika naskah tidak bisa diterbitkan oleh JKKM. Editor tidak menggunakan data atau tulisan yang tidak dimuat tersebut untuk keperluan lain tanpa sepengetahuan dan ijin penulis.
  6. Kerahasiaan. Proses review dilakukan secara blind reader. Editor harus memastikan tidak akan memberi tahu reviewer mengenai penulis yang direview kepada reviewer. Editor harus menjamin kerahasiaan, baik penulis ataupun data dalam tulisan.  

 

ETIKA REVIEWER 

  1. Objektivitas. Dalam menelaah tulisan, reviewer harus objektif memeriksa naskah murni dengan pertimbangan akademik dan ilmiah. Proses penelaahan dilakukan secara objektif dan professional tanpa membedaan jenis kelamin, latar belakang agama, ras, suku, kewarganegaraan, afiliasi politik dan sebagainya.
  2. Transparansi. Reviewer memastikan bahwa proses telaah naskah dilakukan secara transparan. Keputusan untuk menerima, menolak atau mengembalikan naskah untuk direvisi oleh penulis, dilengkapi dengan alasan yang jelas.  Jika naskah diputuskan untuk ditolak, reviewer menunjukkan alasan yang jelas mengapa naskah ditolak. Jika naskah diputuskan harus direvisi oleh penulis, reviewer menunjukkan secara jelas bagian yang harus direvisi sehingga dapat menjadi panduan penulis untuk memperbaiki naskah tulisannya.
  3. Kejelasan sumber referensi. Selain isi tulisan, reviewer harus memastikan bahwa tulisan yang ditelaah telah memenuhi standar penulisan yang baik. Reviewer harus memeriksa apakah sumber referensi telah dikutip dengan benar. Jika ada kesalahan pengutipan, reviewer memberitahukan kepada editor.
  4. Orisinalitas dan plagiarisme. Naskah yang diterbitkan oleh JKKM harus terbebas dari plagiarisme. Reviewer bisa memberitahukan editor JKKM jika ditemukan dugaan (indikasi) awal adanya penjiplakan dari naskah yang ditelaah. Editor harus memastikan dan memerikasa bih lanjut dugaan penjiplakan yang ditemukan oleh reviewer.
  5. Konflik kepentingan. Reviewer memberitahukan secara jujur kepada editor jika kebetulan menelaah tulisan yang mempunyai konflik kepentingan dengan dirinya, misalnya penulis naskah adalah teman kerja, terlibat bersama-sama sebagai anggota tim peneliti dengan penulis, topik yang ditulis adalah lembaga di mana reviewer bekerja dan sebagainya.
  6. Tenggat waktu. Reviewer harus menyelesaikan proses telaah naskah sesuai dengan waktu yang disepakati, yakni maksimal 2 minggu. Jika reviewer membutuhkan tambahan waktu atau kemungkinan tidak bisa menyelesaikan proses review tepat waktu, harus memberitahukan kepada editor JKKM.