PENGARUH KUAT ARUS PADA PROSES ANODIZING TERHADAP KARAKTERISTIK VELG MOBIL MERK BSA

Hanung Hermawan, Nani Mulyaningsih, Catur Pramono

Abstract


Anodizing merupakan proses pelapisan logam dengan cara membentuk lapisan oksida pada permukaan yang akan dilapisi. Hal tersebut terjadi karena adanya pengkorosian dari larutan elektrolit asam sulfat (H2SO4) dengan logam. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh variasi kuat arus listrik pada proses anodizing terhadap kekerasan dan ketebalan lapisan oksida pada permukaan velg mobil merk BSA. Velg mobil dipotong dengan ukuran 10 mm x 10 mm x 4 mm, dan diamplas secara bertahap menggunakan amplas seri P500, P800, P1000, P2000, dan P5000 dilanjutkan proses pretreatment, anodizing (H2O 2 liter + H2SO4 20 ml), sealing (H2O). Proses anodizing menggunakan variasi kuat arus listrik 0.5 Ampere, 0.7 Ampere, dan 0.9 Ampere, tegangan arus listrik 1.6 Volt, waktu pencelupan 7 menit. Pengujian yang dilakukan yaitu uji komposisi kimia, uji kekerasan dan ketebalan lapisan oksida. Hasil pengujian menunjukan kekerasan setelah proses anodizing pada kuat arus listrik 0.5 Ampere sebesar 128,19 VHN, untuk kuat arus listrik 0.7 Ampere sebesar 135,82 VHN, dan kuat arus listrik 0.9 Ampere sebesar 149.89 VHN secara berurutan. Ketebalan lapisan oksida yang terbentuk pada kuat arus listrik 0.5 Ampere sebesar 14 µm, untuk kuat arus listrik 0.7 Ampere sebesar 17.2 µm, dan kuat arus listrik 0.9 Ampere sebesar 48.1 µm secara berurutan.

Kata kunci : anodizing, velg mobil, kuat arus listrik.


Full Text:

##Full Text##

Article Metrics

Abstract view : 29 times
##Full Text## - 0 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.