REKONSTRUKSI PENDIDIKAN KEWARGAAN MULTIKULTURAL DALAM BINGKAI KEINDONESIAAN YANG BERADAB

Sukron Mazid

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk memberikan wawasan dan pengetahuan tentang pentingnya pendidikian kewargaan multikultural sebagai pembentukan warga negara yang toleran, adil, demokratis serta tanggung jawab dalam kehidupan berbangsa dan bernegara sebagai bentuk perwujudan bangsa yang bermartabat dan beradab. Jenis Penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan kepustakaan, sumber data terdiri atas sumber literatur dengan memilih referensi buku serta jurnal yang berdimensi terkait rekonstruksi pendidikan kewargaan multikultural. Teknik pengumpulan data menggunakan studi dokumentasi dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rekonstruksi pendidikan kewargaan multikultural dengan pembudayaan dan pembiasaan yang secara terus-menerus diajarkan dari tingkat Sekolah Dasar hingga Perguruan Tinggi diperlukan, agar dapat membangun kesadaran aktif warga negara yang baik dan bijak, bagian dari khasanah kebhinekaan Indonesia serta merekonstruksi pendidikan multikultural sebagai bingkai keindonesiaan yang bermartabat, bagian dari jati diri bangsa Indonesia menuju warga negara global yang beradab.

Full Text:

##Full Text##

References


Abdullah Aly. (2011). Pendidikan Islam Multikultural di Pesantren: Telaah terhadap Kurikulum Pondok Pesantren Modern Assalaam Surakarta. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Agus Salim. (2006). Stratifikasi Etnik Kajian Mikro Sosiologi Interaksi Etnis Jawa dan Cina. Yogyakarta: Tiara Wacana.

Ainul Yaqin. (2005). Pendidikan Multikultural: Cross-Cultural Understanding untuk Demokrasi dan Keadilan. Yogyakarta: Pilar Media.

A. Ubaedillah & Abdul Rozak. (2014). Pendidikan Kewarganegaraan. Pancasila, demokrasi, HAM, dan masyarakat madani.ICCE dan Kencana Prenamedia Group: Jakarta.

Andik Wahyun Muqoyyidin. (2012).Membangun kesadaran inklusifmultikultural untuk deradikalisasi pendidikan Islam. Jurnal Pendidikan Islamdarul ulum JombangVolume II, Nomor 1, Juni 2013/1434.

Andersen & cusher. (1994). Multicultural and intercultural studies, dalam teaching studies, dalam teaching studies of society and environment (ed. Marsh, C) Sydney: Prentice-Hall.

Banks, James A., and Banks, Cherry A. McGee. (2010). Multicultural Education: Issues and Perspectives (Revised Edition). United States: John Wiley & Sons.

Banks, James A. (1993). Teaching strategis for ethnic studies. Boston : allyn and bacon in.

Birzea, C. (2000). Education for democratic citizenship : a lifelong learning perspectives, Strasbourg : Council of Europe.

B.N. Marbun, 1996, Kamus Politik, Pustaka Sinar Harapan : Jakarta.

Center for Indonesia Civic Education. (1999). Democratic Citizens In a Civic Society: Building Rationales for the 21 Century’s Civic Education. Bandung.

Choirul Mahfud. (2014). Pendidikan Multikultural. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Cristian joppke. (2001). Multicultural Citizenship : A critique: Cambridge University Press is collaborating with JSTOR to digitize, preserve and extend access to European Journal of Sociology / Archives Européennes de Sociologie / Europäisches Archiv für Soziologie. Vol 42, No 2.

Depdiknas RI Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia]. (2003). Undang-Undang RI nomor 20 tahun2003 tentang sistem pendidikan nasional. Jakarta: Depdiknas RI.

Gollnick, Donna M., and Chinn, Philip C. (2006). Multicultural Education in A Pluralistic Society (Revised Edition). New Jersey: Pearson Education.

James P. Chaplin, (1997). Kamus Lengkap Psikologi, Raja Grafindo Persada: Jakarta.

JJ. Cogan & R. Derricort. (1998). Citizenship for the 21st century; an international pespective on education, London: Kogan page.

Moleong, Lexy J. (2011). Metodologi penelitian kualitatif (Edisi Revisi). Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Muslimin. (2012). Pendidikan multikultural sebagai perekat budaya nusantara: menuju Indonesia yang lebih baik. Proseding seminar internasional multikultural & globalisasi : Universitas Negeri Gorontalo.

Naval, Concepcion: Print, Murray & Veldhuis, Ruud. (2002). Education for democratic citizenship in the new europa: context and reform. European Journal of education. Vol. 37. No. 2. Hal. 107-128. Htttp://dx.doi.org/10.1111/1467-3435.00097.

Ngainun Naim dan Ahmad Syauqi. (2010). Pendidikan Multikultural: Konsep dan Aplikasi. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.

Print, Murray & Lange, Dirk. (2012). Schools curriculum and civic education for building democratic citizens. Rotterdam: sense publishers.

Samsuri. (2013).Paradigma pendidikan kewarganegaraan dalam kurikulum 2013. Makalah kuliah umum. Program studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. FKIP Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta, 15 September 2013.

Sugiyono. (2013). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif dan R & D. Bandung: Alfabeta.

Tilaar, H.A.R.(2004). Multikulturalisme, tantangan global masa depan. Jakarta: Grasindo

Tilaar, H.A.R. (2007). Mengindonesia Etnisitas dan Identitas Bangsa Indonesia: Tinjauan dari Perspektif Ilmu Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta.

Zuly qodir. (2008). Kebhinekaan, kewargaan dan multikulturalisme. Unisia jurnal ilmu-ilmu sosial. UII Yogyakarta. Vol 31, No 68. ISSN: 0215-1421.


Article Metrics

Abstract view : 231 times
##Full Text## - 0 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

P - ISSN 2598-0769

E - ISSN 2598-0750

 

Jalan Kapten Suparman 39 Magelang 56116

Program Studi Hukum

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Universitas Tidar

Magelang